Memulai Usaha Modal Kecil Tanpa Belanja, Hanya 1 Halaman Saja

Haruskah menjalankan peluang usaha modal kecil dengan berbelanja produk atau memproduksi produk? Apakah anda sempat berpikiran seperti itu? Bila memang benar, lantas permodalan anda kurang, anda bisa akan bepikir 3 kali untuk belanja atau membuat produk. Dari tiitk ini, banyak orang yang tidak berani memulai usaha karena khawatir produk yang dibuat atau dibeli tidak laku terjual.

Contoh-desain-halaman-web

Sekali lagi, apakah harus berbelanja produk untuk memulai usaha? Jawabannya simpel, cukup berkata “tidak”, apalagi untuk pemodal kecil. Bila sudah seperti itu jawaban anda, selesai sampai di sini, tidak perlu melanjutkan lagi membaca artikel ini. Apakah seperti itu? Bisa jadi. Namun penjelasan teori memang harus dihadirkan untuk mengetahui mengapa jawabannya seperti itu.

Perhatikan Judul, Maka Anda Akan Paham Kemana Lari Suatu Pembahasan Memulai Usaha Dengan 1 Halaman Saja

Apakah anda sudah paham kemana maksud judul yang saya tulis? Bila anda sudah paham, tidak perlu menerka-nerka lagi. Cukup lanjutkan membaca untuk memastikan tebakan yang anda buat memang benar.

Anda bisa memulai suatu usaha dengan mengandalkan 1 halaman saja tanpa mengandalkan produk, baik berbelanja atau membuat produk. Anda bisa melakukannya dengan jalur media online. Artinya anda membuka usaha online. Bila seperti itu, anda akan menebak, “Wah, ujungnya program affiliate atau dropship”. Bisa anda menduga seperti itu. Namun perlu lanjutkan kembali. Di sinilah gunanya membahas teori yang bisa jadi untuk membantah dugaan anda.

Walaupun anda masih menduga-duga, yang jelas anda sudah tahu bahwa dugaan anda bisa jadi benar. Dalam hal ini memfokuskan pada usaha online yang sedang menjadi trend bisnis tanpa harus berbelanja atau membuat produk. Apakah anda setuju bahwa untuk maksimal usaha seperti itu harus dilakukan secara online?

Bagaimana Menarget Produk Sebagai Objek Penjualannya?

Target Pertama. Tidak salah anda memilih jalur program affiliate karena solusi berbisnis tanpa modal belanja. Namun yang menjadi masalah adalah penjualan produk anda jelas-jelasan bersaing dengan pemilik produknya. Mengapa? Karena nama domainnya nyaris tidak ada bedanya. Bedanya hanya diujung “com” sebagai pembedan antara link affiliate denga link pemilik situs. Bila sudah tahu nama domainnya, berpotensi untuk mengunjungi langsung ke situs utamanya. Bila seperti ini, bagaimana mau mendapat penjualan?

Kebiasaan pengunjung adalah tidak langsung membeli produk saat baru pertama melihat situsnya. Anda proses pendalaman sekedar untuk perkenalan. Sehingga di sinilah letak kesulitan dalam menghasilkan banyak penjualan dari program affiliate.

Cara terbaik untuk kesuksesan menjalankan usaha program affiliate adalah jangan hanya mengandalkan 1 halaman saja. Dalam hal ini jangan membuat minisite untuk penjualan produk saja. Harus ada halaman-halaman lain seputar informasi yang sebagai pengikat untuk kebutuhan meningkatkan kepercayaan pengunjung membeli produk lewat link affiliate milik anda.

Target Kedua. Tidak salah juga bila anda memilih program dropship di salah satu situs toko online atau marketplace. Dengan cara seperti ini, pembangunan toko online jauh lebih mudah. Kalau sudah berbentuk toko online, penjualan online tidak berlaku lagi bila dengan menggunakan 1 halaman.

Anda bisa menjual produk fisik dengan mengandalkan minisite atau landing pages. Pada dasarnya seperti itu. Anda pun tidak akan bersaing dengan terang-terangan dengan suplier karena pengunjung tidak tahu bahwa anda mengandalkan produk suplier, misal suplier A. Dalam hal ini, anda aman.

Namun yang menjadi masalah adalah, apakah suplier bisa dipercaya mengingat potensi kecurangannya bisa besar? Anda hanya mengandalkan pihak ketiga dalam pengurusan produk pesanan. Bagaimana bila suplier berlaku curang dengan cara tidak mencantuman nama dan situs anda? Justru yang ditulis adalah nama dan situs milik suplier. Anda akan kehilangan pelanggan dengan mudah bila caranya seperti ini.

Target Ketiga. Dalam hal ini, anda murni menjalankan usaha hanya sekedar menjadi sales atau marketer. Tidak ada istilah belanja produk dan juga tidak seperti program affiliate. Dengan hanya mengandalkan 1 halaman, bisa dengan mudah mendapatkan uang atau penjualan. Biasanya target penjualan produknya hanya pada penjualan kelas menengah-ketas. Artinya penjualan dengan harga kelas mahal. Bisa menjual mobil, rumah, dan sebagainya. Bila terjadi penjualan, tentu akan mendapat sekian persen.

Bisa juga menjadi publisher iklan online. Banyak sekali blog-blog yang memiliki kunjungan berlimpah memiliki 1 halaman khusus untuk menawarkan jasa iklan-nya. Anda bisa melakukan hal ini dengan mudah walaupun membangun trafik melimpah tidak bisa untuk main-main. Setelah ada 1 halaman penawaran, otomatis, akan berdatangan para pengusaha yang berniat mengiklankan produknya. Bisa juga dengan cara mendatangi bola alias mendatangi langsung si pemilik usaha agar mereka mau memasangkan iklan di blog anda.

Cara seperti ini jauh lebih sulit daripada membuat satu halaman penawaran. Memiliki trafik banyak adalah solusi kesuksesan dalam menjalankan usaha jasa iklan.

Haruskah Memaksa Tanpa Berbelanja Atau Membuat Produk Dalam Menjalankan Usaha Online? Dan Bagaimana Strategi Yang Tepat Untuk Penjualan yang Disertai Membuat atau Belanja Produk?

Cara di atas adalah sebagai solusi usaha dengan tidak mengandalkan membuat atau berbelanja produk yang cocok untuk pelaku usaha modal kecil. Namun apakah harus tidak membuat atau berbelanja produk? Tentu jawabannya tidak menjadi keharusan dalam hal itu.

Dengan menggunakan strategi 1 halaman untuk penjualan, sebenarnya anda sedang melakukan riset. Anda membuat penawaran produk tentang produk yang belum ada atau bisa dikatakan produk ilusi. Bila terjadi pemesanan yang lumayan, bisa dipastikan lanjut pembuatan atau belanja produknya.

Bagaimana mengetahui bahwa produk ilusi yang ditawarkan banyak peminat? Caranya bisa berbeda-beda. Dalam hal ini saya akan mencontohkan kasus penjualan produk program kursus blogging bisnis. Ketika saya membuat program kursus, saya tidak mengawali membuat materi kursus. Saya hanya membuat 1 halaman penawaran. Saya bertekad, bila ada pemesanan 1 orang saja, akan mengalami pengembangan materi walaupun pada awalnya saya agak malas membuat materi kursus.

Strategi yang saya lakukan adalah membuka jasa penulisan artikel dengan disertai konsultasi blogging bisnis. Saya buat banner khusus di halaman jasa tersebut untuk mengiklankan bonus spesial kursus online. Strategi ini cukup ampuh karena ada beberapa pengunjung yang memesan artikel beserta konsultasi online-nya.

Sejak itulah saya mulai membangun materi kursus secara perlahan. Seiring pengembangan materi kursus, berdatangan para peminat kursus online walaupun ada yang lanjut dalam pembayaran dan ada yang sekedar bertanya-tanya saja. Akirnya saya mencari berbagai referensi berbayar untuk menguatkan pengalaman yang saya alami dalam dunia blogging penghasil uang.

Begini langkah dalam pengembangan materi:
  • Lakukan pengembangan materi berdasarkan pengalaman pribadi
  • Lengkapi pengalaman pribadi dengan beberapa sumber ahli
  • Kembangkan update materi dengan modal hasil pembelian peserta kursus

Baca: Bisnis Online Tanpa Modal Untuk Pelajar

Langkah di atas sangat efektif bagi orang yang tidak bisa dalam hal memberi materi, memakai teknik pemodal kecil namun punya pengalaman inti yang cukup menjual.