Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Usaha Jajanan Rumahan Modal Kecil Laku Setiap Hari

Usaha jajanan rumahan modal kecil yang bisa laku setiap hari memang mengharuskan melakukan pemilihan produk terlebih. Jangan sampai usaha jajanan rumahan salah pilih sehingga tidak bisa laku setiap hari. Bisa saja anda memilih usaha jajanan rumahan kekinian. Tetapi, tetap saja, anda  perlu mempertanyakakn tingkat keuntungannya setiap hari. Tentunya, usaha jajanan rumahan memakan modal kecil yang cocok untuk anda yang kurang modal.

Gerobak dan Daftar Menu Sebelum Ada Pemabahan Produk Minuman

Memilih Produk Jajanan Yang Tepat Untuk Usaha Rumahan

Ada beberapa langkah dalam memilih produk jajanan sebagai usaha rumahan. Tentunya, pemilihan ini lebih untuk mendukung terjadinya penjualan setiap hari.

1. Menarget Produk Untuk Semua Umur

Produk jajanan untuk semua umur memang cocok dipilih sebagai produk usaha jajanan rumahan. Tentunya, lebih memfokuskan pada produk jajanan untuk anak dan anak remaja. Hal ini yang dilakukan oleh usaha jajanan milik adik saya dalam brand Papas Delicioso. Kebanyakan produk yang dihadirkannya berfokus pada anak-anak dan anak remaja namun tidak menutup kemungkinan menarket kalangan dewasa, salah satunya produk minuman.

Produk semua umur memungkinkan menjaring banyak pelanggan setiap harinya sehingga usaha jajanan rumahan bisa laku setiap hari. Bahkan, orang dewasa jauh lebih berani berlangganan karena mereka sudah memiliki uang sendiri.

2. Produk Jajanan Terlihat Menarik Dimata Anak Dan Anak Remaja

Biasanya, anak-anak suka bakso. Ini sebagai gamparan produk jajanan yang disukai anak. Namun ketika bakso ditusuk, dibakar, lalu diberi bumbu atau saus khusus, jajanan bakso sudah terlihat menarik dimata anak-anak sekalipun bakso yang dijual tidak enak rasanya.

3. Produk Jananan Lebih Kekinian

Dua adik saya menjual produk jajanan rumahan (satunya sudah berada di kios) yang menarik dan kekinian seperti penjualan es ketan susu, ketan susu kekinian, mi goreng dimsum, corndog, hotang, sosis telur, aneka minuman kekinian dan lainnya. Adik kedua dalam brand Dimsum Delicius dan Ketsu. Arti kekinian bisa jadi olahannya dikemas lebih kekinian seperti ketan campur susu murni dengan aneka taburan seperti milo, oreo dan lainnya. Atau produk jajanan mengikuti perkembangan alat produksi jajanan seperti long potato karena ada alat pencetak long potato, sosis telur karena ada alat penecetak sosis telur dan sebagainya.

4.    Terpenting Produk Jajanan Rasanya Enak dan Tidak Membosankan

Tentunya, rasa enak menjadi prioritas. Makanya, memilih produk jajanan berdasarkan misi melestarikan tradisi atau misi lainnya yang melepas dari kesan enak di lidah orang sekarang, harus dihindari. Bisa saja, rasanya enak tetapi rasa enaknya cenderung pada rasa makanan zaman dahulu sehingga yang menikmati enaknya cuma orang tua. Sehingga, enaknya cenderung membosankan. Bisa saja, enaknya khas makanan kekinian tetapi lebih mudah membosenkan seperti kue-kuean.

Bila makanan enak dan tidak membosankakn, tentu bisa berpotensi menghasilkan penjualan setiap hari alias laku setiap hari.

5.    Menghindari Kesamaan Produk Dengan Pesaing

Produk adik saya yang menjual ketan susu, makanan zaman dahulu yang diolah kekinian, ditiru seseorang yang kebetulan berjualan di area yang sama alias agak berdekatan. Jelas, penjualannya bisa terganggu bila ada orang yang menyamai di area sekitar. Kecuali saling berjauhan, bisa dimaklumi. Sehingga, menghindari kemasan demi menghargai usaha jajalan seserorang yang sudah hadir dahulu.

Menghadirkan produk berbeda juga untuk mencari celah pasar. Bisa saja, anda menghadirkan produk jajanan yang sama namun kalah dalam penjualan.

Menentukan Modal Usaha Jajanan

Tentunya, langkah ini tidak mengharuskan mengandalkan modal besar, lebih dari 10 juta. Memang, adikku sendiri mengeluarkan uang lebih dari 10 juta, karena pada awalnya menyewa biaya sewa selama satu tahun sekitar 10 juta. Ini sekedar biaya sewa kios berukuran agak besar. Namun, sekarang, usaha Papas Delicioso berada di rumah. Bila ditambah gerobak, alat masak dan lainya, tentu lebih besar lagi. Tetapi, sekali lagi modal tidak harus lebih dari 10 juta. Hanya membutuhkan alat masak dan bahan pembuatnya saja, sudah cukup. Tentunya, masalah tempat bisa disesuaikan saja. Hal ini karena usaha jajanan berada di rumahan.

Langkah pertama sebagai riset, apakah produk berhasil atau tidak. Bila langkah pertama saja tidak bagus respon pasarnya, di saat tempat penjualan mau berada di rumah saja, maka tidak bisa menambahkan modal kembali untuk pengembangan penjualan.

Usaha Jajanan Rumahan Tetap Memakai Kemasan Yang Lebih Kekinian dan Bisa Dibawa Jarak Jauh

Pembahasan ini cukup mudah, anda bisa meniru kemasan produk kekinian yang banyak beredar. Kemasan disesuaikan dengan jenis produknya. Tentunya, kemasan yang dipilih agar produk bisa dibawa dalam jarak yang jauh. Sebagai contoh, produk minuman milik adik pertama menggunakan kemasan cup dengan penutupan menggunakan mesin perekat. Mengapa demikian? Karena minuman harus ada pengocokan terlebih dahulu untuk menyatukan warna. Kalau menggunakan tutup biasa tanpa perekatan menggunakan mesin, tidak bisa melakukan pengocokan.

Stampel brand alias cap merek dalam kemasan perlu dihadirkan untuk tetap mengenalkan produk kepada orang yang belum mengetahui brand. Di dalam stampel merek, bisa mencantumkan akun medis sosialnya. Yang paling cocok instagram sebagai media sosial yang dicantumkan. Untuk masalah stampel atau cap merek, bisa bekerjasama dengan penjual kemasan yang menyediakan jasa cap stempel sehingga tidak perlu menggunakan tenaga orang lain.

Pastikan Rumah Berada Di Lingkungan Ramai Dalam Membuka Usaha Jajanan Rumahan

Anda membuka usaha jajanan rumahan karena memang anda memahami kondisi pasar anda diarea sekitar yakni banyak lalu-lalang orang, baik orang sekitar, santri, para pengendara kendaraan bermotor, atau kunjungan-kunjungan lainnya. Intinya, sesuai pantauan anda, sekitar rumah anda ramai, cocok untuk berjualan. Karena itu, anda membuka usaha jajanan rumahan dengan mengandalkan modal kecil, dengan harapan bisa laku setiap hari penjualanya akibat keramaian itu. Jadi, memang sudah dipastikan berada pada market yang bagus rumahnya.

Solusi lain, anda memiliki banyak jaringan perkenalan bersama orang terdekat anda. Sekalipun rumah anda kurang ramai, misal berada di pojok blok, tetap bisa membuka usaha jajanan rumahan. Asalkan, anda memiliki banyak jaringan pertemanan, sehingga ini yang akan menjadi pelanggan. Kasus seperti ini diterapkan oleh adikku yang sekarang pindah berjualan di rumah. Karena memiliki jaringan pertemanan yang luas, baik teman sekolah, pekerjaan atau bermain, sehhingga di dalam rumah menghasilkan penjualan yang laku setiap hari.

Mematok Harga Murah Untuk Produk Jajanan Rumahan

Mematok harga murah harus menjadi strategi tersendiri dalam usaha jajanan rumahan dengan mengandalkan modal kecil. Logikanya begini, penjualan harga 5000 jauh lebih baik daripada harga 10.000 ketika sama-sama menghasilkan untung 1000 atau berbeda 1000. Mengapa? Kesannya uang 10.000 jauh lebih berat dikeluarkan untuk jajan daripada uang 5000 padahal keuntunganya jauh lebih besar harga 10.000. Apalagi, produk 5000 jauh lebih menggoda daripada produk 10.000, penjualannya jauh lebih laku setiap hari yang berharga 5000.

Tentunya, harga murah yang dipatok karena bahan pembuat produk dan takarannya berharga murah, biasanya. Sebagai contoh,long potato berharga 15.000 karena harga kentangnya sendiri mahal. Sudah kentangnya mahal, bahan baku pembuat long potato berupa kentang tepung sehingga bahan dasarnya wajar bila mahal. Produk lain yang bahannya jauh lebih murah dan takaranya sedikit, sebagai misal cord dog, harganya cukup 5000 plus sosisnya.

Jadi, harus melakukan pemilihan produk agar bisa mendapatkan harga murah sehingga modal usahanya juga kecil.

Menerima Pemesanan Siap Antar

Agar dibeli orang jauh, sekalipun usaha jajanannya di rumah, memang harus mengandalkan free ongkir agar pemesanan bisa diantar ke tangan pembeli. Pembeli biasanya malas berkunjung. Daripada si pembeli menyuruh orang yang tentunya ada biaya menyuruhnya, lebih baik pengantaran produk dipegang oleh si penjual. Hal ini diterapkan oleh kedua adikku sehingga setiap hari selalu banyak mendapatkan pembelian dari orang jauh, yang malas berkunjung ke tempat penjualan. Apalagi produk semacam goreng dadakan seperti long potato, bisa menunggu beberapa menit yang bisa menambah rasa malas membeli.

Apakah driver online seperti grab good bisa membantu? Kedua adikku mendaftar juga di beberapa pelayanan ojek online tetapi jarang mendapatkan hasil pemesanan. Maklum, lokasinya di perkampungan sehingga tidak cocok. Apalagi, ada penjual menyediakan free pengiriman, jadi, untuk apa mengandalkan gojek bila masih bisa dijangkau pengiriman produknya oleh pihak penjual?

Oke sekian saja pembahasan mengenai usaha jajanan rumahan dengan mengandalkan modal kecil dengan berharap mendapatkan penjualan setiap hari, jualannya laku setiap hari.