Memulai Bisnis Menjual Diri Untung Memikat Secara Online

Memuai bisnis menjual diri? Apa maksudnya? Banyak pebisnis yang mengatakan bahwa kesuksesan suatu bisnis bila kita mampu menjual diri di hadapan para konsumen. Ini sudah menjadi kunci sukses bisnis yang perlu anda terapkan dalam menjual. Namun apa jadinya bila diri kita sendiri yang dijual? Artinya adalah, penampilan kita, kemampuan kita menjadi produk untuk dijual kepada orang yang membutuhkan.

Menjual Diri

Sudah kenal dengan yang namanya endorse? Endorse lebih kepada pemberian dukungan atau saran untuk memakai sesuatu, dalam hal ini produk bisnis. Nah, bila produk bisnis anda dikenalkan dengan mengandalkan orang yang terpercaya atau orang terkenal, seperti halnya artis tertentu yang sudah dikenal, maka akan cepat terjual. Walau demikian, tidak murah membayar harga seorang artis untuk meng-endorse suatu produk. juga, si artis juga terlibat kontrak dengan salah satu perusahaannya.

Memang sekarang sedang marak meng-endorse dengan cara promosi di sosial media milik si artis yang memiliki banyak fans seperti di Twitter atau Instagram. Sudah sering kan melihat artis-artis memfoto produk merek tertentu? Itulah teknik endorse yang sedang digermari. Contoh saja si Fatin yang sering memakai Hijab merek tertentu sambil bergaya ala-ala gimana gitu. Tekniknya cukup mudah yaitu memberi produk gratis kepada si artis dan si artis akan dengan sukarela mempromosikan. Hanya saja ada syarat yang perlu dilakukan agar pemberian barang gratis tidak menjatuhkan harga si artis. Salah satunya adalah sudah memiliki brand ternama. Sulit kan? Namun ini juga bersesuaian dengan tingkat kualitas si artis.

Nah, dari pembahasan di atas, terlihat bahwa pribadi si artis terjual oleh perusahaan. Perusahaan melirik si artis karena populernya. Kenapa populer? Bisa karena kecantikan, kepintaran ber-akting dan sebagainya. Bisa dikatakan itulah yang disebut penjualan diri. Dalam hal ini masih dalam konteks positif. Kalau dalam konteks negatif, tentu saja melakukan pelacuran alias menjual tubuh untuk kepuasan nafsu.

Namun pembahasan ini lebih kepada bagaimana memulai bisnis menjual diri. Artinya sengaja bahwa kita melakukan penjualan diri pribadi untuk menghasilkan keuntungan. Apakah termasuk dalam kategori jasa? Bisa dikatakan seperti itu. Namun dalam pembahasan ini lebih kepada strategi pendukung untuk bisnis yang lainnya. Artinya diri anda menjadi artis yang meng-edorse produk bisnis anda sendiri. Maka cara pandang konsumen dalam membeli produk bukan lagi melihat apa produknya tetapi lebih kepada “siapa pemilik atau yang menawarkan produknya?”

Membangun Blog Personal Branding Untuk Kesuksesan Menjual Diri

Membangun blog sangat penting untuk menjual diri pribadi. Ciri ketika diri pribadi sudah terjual laku adalah memiliki pelanggan blog yang banyak dan selalu merespon dengan baik apa yang anda bagikan. Untuk itu, anda harus membuat blog yang berkualitas terbaik, jangan tanggung-tanggung dalam memberikan informasi dan tampilan terbaik.

Bila secara offline, tampilan terbaik anda terletak pada fashion. Fashion yang tepat akan menghasilkan daya tarik tersendiri. Di sisi inilah penampilan anda bisa terjual oleh mereka yang melihat. Bayaran atas terjualnya dir anda adalah tentu rasa percaya pada bisnis yang anda bawa bila memang anda membawa bisnis pribadi.

Ketika secara online, tentu bukan fashion anda yang dipakai melainkan fashion blog anda. Blog ibaratnya adalah bayangan anda. Bila sekedar polos los, tidak ada sama sekali sentuhan warna dan bentuk, bisa dikatakan masih telanjang. Katakan saja seperti itu. Untuk itu, blog anda harus diberi baju dengan cara mendesain dengan berbagai bentuk dan warna. Dengan menampilkan blog yang fashionable, tentu akan lebih bisa menjual. Sekarang ini desain blog yang sedang digemari adalah desain blog responsive yang selalu tampil oke di semua layar monitor.

Tampilan blog yang menjual tentu yang dilhat adalah pemiliknya. Padahal pemiliknya jarang menulis dan hanya menyerahkan pada penulis bayaran. Namun mereka, dalam hal ini pengunjung, lebih condong melihat si pemilik blog. Bagus dan jeleknya sebuah blog, tentu sebagai cerminan bagaimana si pemilik blognya. Apalagi si pemilik blog sendiri yang benar-benar aktif menulis, maka pandangan pengunjung benar-benar melihat bagaimana kondisi anda.

Tidak Harus Membuat Blog, Membangun Website Newsletter Juga Bisa Untuk Menjual Diri

Mungkin anda tidak mau berlama-lama membangun daftar pelanggan (list building). Maka strategi yang anda lakukan langsung pada membangun website newsletter. Artinya anda membangun website yang hanya khusus menawarkan layanan newsletter. Anda membuat semenarik mungkin pada website newsletter anda dengan pemberian produk atau vidio. Bila anda mau menggunakan teknik dan strategi ini untuk bisnis menjual diri, tentu dianggap tepat juga.

Bahkan banyak yang hanya mengandalkan website newsletter, berhasil menjual informasi terus-menerus. Biasnya menjual produk pribadi si pemilik newsletter dan juga produk para klien yang berniat beriklan di layanan newsletter dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan pemiliknya.

Bahkan ada layanan newsletter berbayar dan berhasil terjual. Di samping mendapat komisi di awal saat pengunjung mendaftar. Tentunya, komisi berikutnya bisa dengan mudah didapatkan bila berhasil membangun personal branding.

Anda bisa mencoba teknik dan strategi website newsletter untuk membangun personal banding.

Mungkin Lebih Menyarankan Melakukan Penggabungan Teknik Dalam Membangun Personal Branding Agar Diri Anda Mudah Terjual dan Selalu Terjual Dalam Jangka Panjang

Tema tertentu biasanya memiliki kejenuhan informasi. Artinya tema tidak bisa lagi dikembangkan karena berbagai alasa seperti misalnya mengambil tema yang spesifik. Seperti halnya blog tentang “tutorial blog blogspot”, maka tidak bisa atau sulit mengalami pengembangan. Namun ketika membahas seputar “bisnis blog”, pembahasannya bisa terus-menerus dalam jangka panjang karena ada unsur teknik menulis, bisnis, tutorial web, blogspot, marketing blog dan sebagainya.

Namun kalau sudah terlanjur memilih tema yang tidak bisa dikembangkan, maka cara yang bisa ditempuh adalah membuat blog baru atau newsletter baru. Blog atau newsleter lama jangan dibiarkan mati, apalagi sumber trafik kunjungan atau pelanggannya sudah banyak. Justru yang lama sebagai sarana memperkenalkan yang baru bila memang masih ada kaitannya dengan tema lama.

Teknik gabungan juga bisa menyangkut blog dan layanan newsletter. Sudah umum terjadi di situs portal yang berfokus membangun tribe yaitu memiliki layanan newsletter. Dalam sebuah blog menampilkan banner tertentu atau kotak newsletter agar mereka belangganan informasi dalam sebuah layanan newsletter. Namun syarat memakai teknik gabungan ini bila ada target jangka panjang dalam pengembangan informasi.

Teknik penggabungan ini jauh lebih baik dalam menjual diri untuk kepentingan penjualan produk bisnis jangka panjang.